Profil Diri dan Kurikulum Mandiri
Nama saya Fatimah Ma’shumah, saya lahir di Pekalongan pada tanggal 24 April tahun 1997. Saya merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara. Pada saat saya berumur 3 tahun, orang tua saya pindah di Desa Tayu, salah satu desa di Kabupaten Pati dan tinggal di desa tersebut hingga sekarang. Saya memulai jenjang pendidikan saya di tingkat taman kanak-kanak di RA Hidayah, Tayu Wetan dan sekolah dasar di SD Negeri Tayu Wetan 02. Saya melanjutkan sekolah SMP dan SMA saya di SMP dan SMA Al-Ma’hadul Islami Pasuruan, Jawa Timur. Sembari mengenyam pendidikan SMP dan SMA, saya juga mendalami ilmu agama dengan menjadi santri di yayasan pendidikan yang sama. Setelah lulus SMA, saya tidak langsung melanjutkan pendidikan saya tingkat perkuliahan, melainkan saya mengambil gap year selama satu tahun dan menjadi guru TK di RA Hidayah.
Setelah beberapa
bulan mengajar, saya melanjutkan pendidikan saya di bangku perkuliahan di
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan jurusan Sastra
Inggris. Semasa berada di bangku perkuliahan, saya aktif di organisasi OASIS, salah
satu organisasi ekstra yang bergerak di bidang agama dan sosial. Saya juga
mengikuti pelatihan penelitian dan studi selama 2 minggu di Department of Malay
Studies, National University of Singapore. Selepas menyelesaikan pendidikan
perkuliahan, saya bekerja sebagai penerjemah lepas Bahasa Inggris – Indonesia
di salah satu agensi penerjemah di Malang hingga saat ini.
Berbicara
mengenai kurikulum pendidikan merdeka, kurikulum pendidikan tersebut merupakan
kurikulum terbaru yang dirancang oleh Kemdikbud sebagai solusi atas learning
loss (ketertinggalan pembelajaran) yang dialami peserta didik selama masa
pandemi Covid-19. Pada dasarnya, kurikulum merdeka berfokus pada keberagaman
pembelajaran intrakulikuler dengan pengoptimalan konten agar peserta didik
memiliki waktu untuk mempelajari konsep pembelajaran secara lebih dalam dan
menguatkan kompetensi. Dalam kurikulum ini, pendidik memiliki kebebasan untuk
menggunakan media pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan
minat para siswa. Kurikulum merdeka juga memiliki tujuan untuk menyelenggarakan
pembelajaran yang inklusif. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah memiliki
program penguatan profil pancasila pada peserta didik. Program tersebut
dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang telah ditentukan oleh pemerintah.


Bu Ima banyak pengalamannya😊👍
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete