Pengalaman Mengikuti Meeting Pertama Kali

Siang pukul 12. 15 WIB, saat itu saya sedang makan siang bersama salah satu rekan kerja saya, Bu Dwi. Saat kita sedang mengobrol santai dia memberitahu saya bahwa hari ada rapat bersama Bu Capri, konsultan pendidikan sekolah kami pada pukul satu. Seketika itu, saya merasa ragu apakah saya harus mengikuti rapat atau tidak, mengingat saya masih belum berstatus sebagai pengajar resmi di sekolah ini. Mungkin terdengar sedikit dramatis, karena jika saya langsung bergabung, saya merasa sebagai intruder. Jika tidak, tentu saya akan ketinggalan banyak informasi penting terkait pengajaran di sini dan rencana-rencana ke depan.

Ketika yang lain sedang bersiap-siap untuk menyalakan zoom, saya masih duduk santai karena saya pikir saya tidak diundang sampai terdengar suara Bu Capri dari speaker handphone Bu Dwi yang duduk di sebelah saya, “Ibu Fatimah?” Seketika itu, saya langsung menanyakan link zoom meeting dan bergabung bersama yang lain. Ketika meeting berlangsung, saya mendengarkan run-down perencaan projek yang telah disiapkan oleh guru-guru yang lain. Kegiatannya bermacam-macam, disesuaikan dengan event-event tertentu pada tanggalan setahun penuh. Melihat event-event yang variatif, saya menyadari bahwa menjadi seorang guru, modal mengajar saja tidaklah cukup. Selama ini kebanyakan orang beranggapan jika hanya diperlukan kepintaran untuk menjadi seorang guru. Namun, pada kenyataannya banyak hal yang perlu dimiliki dan dipelajari individu untuk menjadi seorang guru. Seperti kreatifitas yang tinggi, leadership, perencanaan, dan komunikasi. Sebagai tenaga pengajar baru, saya perlu belajar banyak dari kawan-kawan guru yang bekerja di sini. 

Momen foto bersama dipenghujung meeting

Comments

  1. Kita semua sama-sama belajar Bu, belajar hingga liang lahat seperti pesan Sang Manusia Sempurna, Baginda Rasulullah😍

    ReplyDelete
  2. Selamat bergabung di rapat rapat berikutnya yang menyenangkan buu 😀

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts