Tujuh Hari Pertama Mengajar di Football Academy
Hari ini merupakan tujuh hari tepat sejak pertama kali saya mengajar di Sekolah Terpadu Bina Bangsa. Tunggu, sebaiknya saya menceritakan kesan awal saya pada hari pertama dulu. Saat itu pukul 06.30 pagi ketika saya mencium tangan orang tua saya untuk berpamitan berangkat mengajar secara resmi pertama kali. “Hati-hati, kamu pasti bisa”, ucap ibuku yang seolah-seolah menjadi mantraku pada hari itu. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, saya segera berangkat dengan membonceng teman yang kebetulan tempat kerjanya melewati jalan raya dekat sekolah tempat saya mengajar. Sepanjang perjalanan, saya meyakinkan diri bahwa segalanya akan berjalan dengan lancar dan teratur. Saat sampai di kantor guru, baru satu orang guru yang datang dan saya langsung dipersilahkan untuk duduk di tempat yang sudah disiapkan sembari berkenalan. Seiring berjalannya waktu, para guru yang lain mulai berdatangan. Mereka sangat ramah dan senang bercanda. Ruang guru yang saat pertama kali saya datang terasa sepi kini menjadi riuh.
Saya memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mereview materi-materi ajar yang akan saya sampaikan.
Saat jam telah menunjukkan pukul 09.30, saya memasuki kelas pertama pada hari itu, yaitu kelas XI, bersama dengan Pak Mahfud, guru Bahasa Inggris SMA. Awalnya saya merasa gugup, namun, setelah bertemu para siswa di kelas, rasa gugup saya hilang seketika. Saya melihat mereka seperti adik kelas yang sudah lama tidak berjumpa dan baru bertemu lagi sekarang. Tidak hanya di kelas 11, tetapi juga di kelas-kelas yang lain. Proses perkenalan saya dengan para siswa berjalan dengan lancar. Selain menanyakan nama, saya juga menanyakan asal mereka. Jawabannya sungguh bermacam-macam. Mayoritas dari mereka berasal dari luar daerah Pati dan hal itu membuat saya salut karena di sini mereka harus mengorbankan waktu mereka untuk tetap tinggal bersama keluarga demi meraih cita-cita mereka sebagai seorang pemain bola. Dari situ lah saya dapat mengambil pelajaran pengorbanan dari mereka.
Dalam waktu tujuh hari ini, setiap harinya saya selalu memperoleh ilmu yang sepertinya sulit diresapi dengan hanya membaca teori-teori di dalam buku. Dengan bimbingan dan kerja sama dari guru-guru yang lain, saya mengucapkan terima kasih karena telah bersabar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan basic saya sehingga saya dapat melewati tujuh hari pertama dengan lancar. Tentunya, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bu Capri dan pihak pengurus Sekolah Terpadu Bina Bangsa Pati yang telah memberi kesempatan saya mengajar para siswa SMA di sini yang sangat unik dan berkesan.




Wah bisnya juga difoto, akan menjadi legenda😄
ReplyDeleteSemangat terus bu Ima, semoga semuanya jadi berkah.
ReplyDeleteAti2 pulangnya
ReplyDelete