Zoom Meeting Ke-dua


Kemarin merupakan partisipasi ke dua saya dalam zoom meeting bersama kawan-kawan dan Bu Capri. Berbeda dengan kegiatan di zoom meeting sebelumnya, hari ini kami ditugaskan untuk mempresentasikan novel yang telah kita baca. Sebelumnya, para kawan-kawan guru yang lain telah diberi tugas oleh Bu Capri saat liburan semester kemarin untuk membaca novel yang kemudian dipresentasikan pada hari ini. Sebenarnya saya belum bergabung di sekolah ini ketika tugas ini dibuat, tetapi saya tetap berpartisipasi untuk presentasi bersama kawan-kawan yang lain, kebetulan juga saya sedang membaca novel saat ini. Novel tersebut adalah “Ziarah” karya Iwan Simatupang. Bagi penggemar sastra Indonesia, nama itu tentu tidak asing lagi. “Ziarah” dikenal dengan plot yang rumit dan tema eksistensialnya sehingga sering dijadikan bahan diskusi oleh para strukturalis dan penggemar novel filsafat. Cukup berat memang, tetapi saya sejujurnya tidak memiliki pilihan lain karena saat ini “Ziarah” adalah satu-satunya novel yang masih hangat dalam ingatan saya.

Pada saat presentasi, Bu Capri meminta kita untuk menilai presentasi teman kita. Terdapat beberapa kriteria untuk menentukan hasil nilai dari para presenter. Diantaranya adalah ketepatan waktu, mengerti dan memahami buku yang dibaca, dan hal yang bisa diambil dari buku yang dibaca. Yang menarik adalah kita diminta untuk memberi nilai kawan kita yang sedang presentasi. Tidak hanya itu, kita juga diminta untuk mengumpulkan hasil penilaian kita kepada Bu Capri. Setelah itu, kita diminta untuk mempertanggung jawabkan hasil penilaian kita, dari penilaian tersebut kita ditanya alasan mengapa kita memberi nilai di aspek tertentu. Dari situ, saya dapat belajar bagaimana memberi nilai dengan tepat dan adil. Guru juga dapat mengajari kedisiplinan melalui nilai. Saat itu, saat memberi nilai dalam aspek ketepatan waktu, saya dan beberapa guru yang lain masih cenderung “terlalu baik” dalam memberi nilai. Pemberian nilai dalam aspek kedisiplinan pada siswa walaupun mereka melanggar merupakan salah satu akibat para siswa kurang disiplin.  Seharusnya, dalam memberi nilai dalam aspek yang berkaitan dengan kedisiplinan tidak ada sistem tawar menawar atau dispensasi. Hal ini diperlukan agar siswa menyadari perbuatannya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Comments

  1. menyadari perbuatan dan tidak mengulangi lagi hingga memberikan efek jera😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts