Spesifik


"Spesifik" merupakan my word of the day. Spesifik berarti khusus, bersifat khusus, sesuatu yang khusus, atau khas. Kata "spesifik" membantu manusia untuk memperjelas segala hal yang bersifat umum. Dari ilmu logika, bahasa, biologi, dan yang ilmu-ilmu lainnya sangat membutuhkan "spesifik" ini. Begitu juga dengan hal-hal lain yang bersifat umum. Hari ini, ketika saya dan dewan guru lain mengadakan zoom meeting dengan Bu Capri, saya menyadari kembali betapa pentingnya membuat sesuatu menjadi lebih spesifik. 

Sama dengan sebelumnya, zoom meeting kali ini kita memberi nilai kawan-kawan yang belum melakukan presentasi di pertemuan sebelumnya. Jika sebelumnya saya telah membahas mengenai kriteria nilai, di sini saya kembali membahas topik bahasan yang sama. Permasalahan nilai masih menjadi highlight zoom meeting kita kali ini. Dengan kriteria-kriteria yang telah disebutkan kembali, masih ada diantara kita yang tidak on track dengan yang lain. Beberapa memberi nilai terlalu tinggi dari yang lain, ada juga yang memberi nilai terlalu rendah. Hal ini masih dianggap tidak biasa, karena kita sudah memiliki kriteria-kriteria nilai. Lalu, apa sebabnya? Mengapa masih ada yang memberi nilai ekstrim daripada yang lain? Jawabannya adalah karena masing-masing dari kita masih memiliki persepsi berbeda terkait dengan hal-hal yang dikandung di dalam kriteria-kriteria yang telah dibuat. Dengan ditemukannya permasalahan tersebut, Bu Capri memberikan solusi, yaitu dengan melakukan spesifikasi komponen-komponen yang membentuk sebuah kriteria serta poin-poin di dalamnya. Spesifikasi tersebut dibantu dengan ide-ide teman yang lain sehingga terbentuklah tabel komponen-komponen kriteria yang lebih jelas. Dalam praktek menilai berikutnya, prosesnya menjadi jauh lebih mudah dan akhirnya kita dapat memberi nilai on track

Ada satu hal lagi, yaitu kepercaya diri. Di akhir sesi, Bu Capri memberi pertanyaan adakah diantara kita yang merasa bahwa video reviewnya saat ini lebih bagus daripada yang sebelumnya. Hampir semua dari kita merasa bahwa video review kita saat ini tidak lebih bagus daripada sebelumnya kecuali Pak Sigit. Saat itu Bu Capri memberi kita (yang merasa bahwa videonya tidak lebih bagus dari review sebelumnya) tugas untuk membuat video lagi. Alasannya adalah karena kita kurang merasa percaya diri dengan yang kita lakukan, sehingga kita diminta untuk mengerjakan review lagi sedangkan bagi yang telah percaya diri dengan hasil kerjanya, seperti Pak Sigit tidak perlu mengerjakan tugas membuat video lagi. Tugas yang unpredictable sebenarnya bagi yang tidak percaya diri, ternyata kepercayaan diri memiliki peran yang sangat besar dalam pengerjaan segala hal. Untuk pengerjaan review berikutnya, saya harus mempersiapkan lebih matang lagi dengan merujuk kriteria-kriteria yang sudah di-break down sehingga saya bisa lebih percaya diri dengan hasil saya. 

Comments

  1. Kepercayaan diri memiliki peran yang sangat besar dalam pengerjaan segala hal, nice👍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts