Proyek Kewirausahaan


Pada hari Sabtu, 4 Maret lalu di Safin Pati Sports School diadakan proyek kegiatan penguatan profil pelajar Pancasila bertema Kewirausahaan. Saat itu saya diminta untuk menjadi penanggung jawab kelas 9. Awalnya saya ragu karena saya belum pernah menghandle proyek. Namun, dengan kerja sama bersama para panitia saya mampu menghandle projek ini dengan baik. 

Pada Sabtu sebelum kegiatan dilaksanakan, saya melakukan sosialisasi di kelas. Para siswa terlihat antusias. Mereka menuangkan ide mereka satu-persatu, ada yang menyebutkan ingin menjual Fast Food, jajanan maklor, sampai menjual pulsa. Pada akhirnya, para siswa bersepakat untuk menjual camilan pedas dan minuman dalam bentuk teh. Dari berbagai macam pilihan camilan, mereka memilih basreng (bakso goreng), usus krispi, dan tahu bulat. Proses pengemasannya mereka kemas dengan plastik ziplock berukuran 14x20 cm. Ada satu ide marketing dari para siswa yang menurut saya cemerlang. Mereka memasarkan produk mereka dengan keterangan beli camilan 1 gratis teh 1 gelas dengan harga yang sudah disesuaikan. Saat itu saya juga meminta mereka untuk menghias stan mereka dengan desain-desain menarik namun, mereka menjawab bahwa ide mereka rahasia. Ternyata, mereka membuat boardgame. Boardgame tersebut mereka gunakan sebagai bagian dari promosi di setiap pembelian 2 bungkus snack. Teknik marketing yang mereka buat sendiri tersebut berhasil. Para siswa kelas lain sangat antusias untuk membeli produk mereka. Sehingga mereka berhasil memasarkan produk mereka sampai habis dan memperoleh keuntungan. 

Satu hal yang saya pelajari dari kegiatan ini adalah biarkan siswa berkreasi sendiri. Awalnya saya cukup skeptis ketika para siswa menolak untuk menghias stan mereka sebagaimana stan milik kelas-kelas lain. Namun, ternyata mereka memiliki ide yang lebih "canggih" dari saya. Jika saya memaksa mereka untuk mengikuti saran saya, maka tidak ada keunikan dari dekorasi mereka. Dengan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan (asal sesuai aturan), mereka mendapat ruang untuk mengeksplorasi kreatifitas mereka sendiri. 

Comments

  1. top, biarkan anak yang berkreasi selama itu positif, kita arahkan dan ingatkan kalau bersifat negatif

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts