Pencuri dan Anjing-Anjing Bagian 2
![]() |
| Ilustrasi oleh Heathen Hua |
Pengadilan dan para tetua dari kota tempat Said Mahran akhirnya memberi keputusan hak asuh atas Sana kepada Ilish. Said merasa sangat putus asa dan tidak berdaya. Sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menuju kediaman Syekh Ali al-Junaydi yang merupakan guru spiritual ayahnya pada masa lalu. Sampai pada pelataran rumahnya, Said akhirnya memasuki ruangan yang merupakan tempat di mana Syekh Ali al-Junaydi menghabiskan waktunya untuk beribadah. Said mengucapkan salam dan menjelaskan keadaannya kepada Syeikh Ali al-Junaydi. Syekh Ali terlihat mengerti perasaan dan keadaan Said. Namun, tanggapan-tanggapan yang ia berikan kepada Said dirasa tidak memuaskan. Tanggapan yang diberikan Syekh Ali kepada Said merupakan gagasan-gagasan sufistik yang tidak dapat diterima oleh Said. Akan tetapi, Syeikh Ali tetap mengizinkan Said untuk menginap di rumahnya.
Said berpikir untuk memulai hidup baru. Hingga ia kemudian menemui kawan lamanya, Rauf Ilwan, yang dulunya merupakan seorang pemikir idealis golongan kiri yang memiliki pengaruh besar atas dirinya. Said sangat terpengaruh dengan pandangan Rauf yang memandang mencuri dari si kaya adalah hal yang sah karena terdapat hak-hak milik orang miskin dibalik harta milik orang-orang kaya. Saat Said bertemu Rauf Ilwan, ia cukup terkejut. Rauf telah berubah. Ia tidak lagi menjadi pencuri sebagaimana yang mereka berdua lakukan bersama pada masa lalu. Sekarang ia telah menjadi editor surat kabar ternama, dengan harta yang melimpah, dan hidup dengan mewah. Rauf Ilwan ternyata telah meninggalkan masa lalunya yang kelam dan telah menjadi bagian dari golongan masyarakat yang dulunya menjadi target pencuriannya.
Amarah akan kejadian-kejadian yang terjadi pada diri Said sepulang ia dari penjara masih menyala dan menjadi semakin bertambah ketika ia melihat Rauf Ilwan. Sosok yang dulunya merupakan mentor, idola, dan panutannya tidak lagi memperlakukannya sebagaimana di masa lalu dan tidak lagi memihaknya. Said sangat kecewa dan kepercayaannya terhadap Rauf Ilwan telah hangus. Dengan dasar kebencian, Said berencana untuk merampok rumah Rauf Ilwan. Sayangnya, kecerobohan Said membuat aksinya gagal. Ia jatuh pada perangkap dan tertangkap basah oleh Rauf Ilwan dan pelayannya.
Apa yang terjadi setelah Said tertangkap basah oleh Rauf Ilwan?
Akankah Rauf Ilwan maafkan perbuatan Said?
Nantikan kisah lengkapnya di ulasan berikutnya.



Said harusnya belajar baru keluar penjara tetapi kelakukan hal hal yang tak baik lagi
ReplyDeleteWah sepertinya ada perbedaan sudut pandang antara Rauf dan Said
ReplyDeleteKecewa karena temannya sudah baik 😓 harusnya kan dia seneng
ReplyDelete