Pelajaran Berharga dalam Waktu yang Singkat

Terhitung sudah sekitar tiga sampai empat bulan saya bekerja sebagai pengajar di SPSS. Di sini saya tidak hanya memberi ilmu kepada para murid, tetapi saya juga ditempa oleh seorang mentor yang luar biasa. Dalam perjalanan dimentori oleh beliau yang baru beberapa bulan bagi saya ini mengubah banyak hal dan membuka banyak pandangan baru dalam diri saya. Yang pertama adalah fungsi guru yang semestinya. Bagi saya, yang tidak memiliki latar belakang dunia pendidikan. Pelajaran ini merupakan hal yang amat penting. Karena seorang guru sejatinya tidak hanya sebuah profesi di mana seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai objek tertentu menyalurkan pengetahuannya pada orang lain. Lebih dari itu, seorang guru juga merupakan pendidik, yang mengajarkan pendidikan karakter pada siswanya. Jika fungsi guru hanya untuk memberi ilmu pelajaran belaka maka, pekerjaan seorang guru tentu dapat dengan mudah digantikan oleh teknologi internet atau AI. 

Di samping gagasan mengenai fungsi seharusnya dari seorang guru, saya juga mendapat pelajaran mengenai hal lain seperti berlatih untuk menjadi individu yang lebih profesional. Profesional dalam konteks di sini tidak hanya berlaku dalam bidang pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketepatan waktu dalam mengerjakan sesuatu, melakukan apa yang telah diutarakan kepada pihak lain atau lawan bicara kita, serta belajar untuk lebih konsentrasi dan memperhatikan orang lain. Berdasarkan pengalaman saya ketika mengikuti rapat-rapat bersama mentor saya dan dewan guru yang lain, saat awal-awal saya cenderung kurang mampu memperhatikan dan mendengarkan secara seksama (karena saya orang yang cukup sulit untuk konsentrasi terhadap satu hal dalam jangka waktu tertentu) berhubung dalam rapat kita dituntut untuk attentive dan aktif, maka saya memaksa diri saya untuk lebih memperhatikan dan mendengarkan isi rapat dengan cara membuat catatan kecil atau memberi jeda waktu sebentar dengan minum air putih. 

Pelajaran berikutnya adalah komunikasi. Sebelum bekerja sebagai pengajar di SPSS, pekerjaan saya yang saya tekuni adalah sebagai penerjemah lepas. Dalam pekerjaan tersebut saya tidak memiliki tuntutan yang besar untuk memiliki kemampuan berkomunikasi serta seni menyampaikan pendapat yang benar, begitu juga dengan keseharian saya bersama keluarga di rumah. Bahkan sebenarnya bisa dibilang saya orangnya cenderung pasif. Namun, semenjak mendapat pelajaran-pelajaran serta mengikuti rapat bersama mentor saya, saya mampu belajar untuk mengemukakan pendapat saya di hadapan orang lain. Walaupun masih sedikit demi sedikit, jika dilatih terus akan menjadi lebih terbiasa dan tidak kaku. 

Pelajaran terakhir adalah aktifitas yang saya lakukan sekarang ini, yaitu menulis. Sejak saya mengenyam bangku SMP, sebenarnya saya sudah memahami bagaimana pentingnya menulis. Saat itu saya berusaha untuk melatih diri untuk menulis dengan mencatat di buku harian mengenai aktifitas yang saya lakukan sehari-hari serta hal-hal menarik dari buku yang saya baca. Namun, kegiatan tersebut tidak bertahan lama karena saya tidak konsisten. Mungkin karena saya merasa bahwa menulis bukanlah tuntutan maka saya abaikan begitu saja. Kemalasan dalam menulis tersebut bisa dibilang berubah drastis ketika saya menjadi murid mentor saya. Di sini kami, para guru diwajibkan untuk memiliki blog dan menulis paling tidak satu minggu dua kali. Walaupun terkadang masih kurang konsisten, namun hal ini merupakan sebuah pencapaian bagi saya. Karena sebelumnya tidak pernah terbayangkan dalam diri saya jika saya mampu membuat lebih dari 35 tulisan dalam jangka waktu sekitar 3 bulan.

Hal-hal di atas merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi saya. Walaupun sebenarnya beberapa diantaranya merupakan sesuatu yang bersifat "harus" sehingga terkadang kita perlu dipaksa untuk melakukannya. Saya bersyukur karena segala ketentuan tersebut kembali ke diri saya sendiri dan terbukti memberi manfaat yang besar. Terima kasih saya ucapkan bagi mentor saya atas pelajaran-pejaran berharga yang telah disalurkan, semoga sehat selalu dan sampai bertemu kembali. 

Comments

  1. Aamiin ya Allah😊🙇‍♀️
    Manfaatnya kembali pada diri kita

    ReplyDelete
  2. Sesuatu yang harus ternyata bisa menjadi kebiasaan yang bagus..
    Kebiasaan yang bagus akan membuat karakter yang bagus.
    Karakter yang bagus akan membentuk budaya yang bagus.
    Keep learning!

    ReplyDelete
  3. saya juga merasakan apa yang dirasakan. Banyak ilmu yang didapat dari beliau

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts